Pemberdayaan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) dalam Upaya Deradikalisme Paham dan Gerakan Islam Radikal di Kota Metro

  • Habib Ismail Institut Agama Islam Maarif NU Metro Lampung
  • Agus Setiawan

Abstract

Radikalisme atas nama agama, yang tidak jarang menggunakan instrumen kekerasan menjadi fenomena menonjol dan menarik perhatian kembali dunia internasional saat ini. Pondok pesantren merupakan insitusi pendidikan agama Islam yang sangat fungsional. Pesantren mampu memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat serta mampu mempertahankan eksistensinya meskipun perubahan zaman berjalan dengan sangat pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberdayaan pondok pesantren NU dalam upaya deradikalisasi di Kota Metro.


Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara (interview) dan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis mengalir (flow model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada ada indikasi atau benih-benih radikalisme di Pondok Pesantren se-Kota Metro baik dari sisi pengajar maupun santri. Namun, pihak Pondok Pesantren se-Kota Metro berupaya untuk membangun kerja dengan pihak kepolisian dan antar sesama pondok pesantren untuk melakukan pencegahan dengan berbagai cara baik secara internal maupun eksternal.

References

Asnawi, Habib Shulton. “Politik Hukum Putusan MK Nomor 36/PUU-X/2012 dalam Upaya Mengembalikan Kedaulatan Negara dan Perlindungan HAM.” Jurnal Konstitusi 13, no. 2 (27 Agustus 2016): 299–320. http://ejournal.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php/jk/article/view/337.
Asrori, Ahmad. “Radikalisme Di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas.” KALAM 9, no. 2 (2017): 253–268.
Abdul Ghofururrohim, Pengurus Pondok Pesantren Riyadlatul Umum 39 B Lampung Timur, Wawancara Pada 6 April 2017.
Erik Sabti Rahmawati dan M. Hatta Satria, Implementasi Toleransi Beragama di Pondok Pesantren Darut Takwa Pasuruan, Jurnal Syari’ah dan Hukum, Vol. 6 No. 1, Huni 2014.
Kholis, Nur. “Pondok Pesantren Salaf Sebagai Model Pendidikan Deradikalisasi Terorisme.” AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam 22, no. 1 (2017): 153–172.
Kusmanto, Thohir Yuli, Moh Fauzi, dan M. Mukhsin Jamil. “Dialektika Radikalisme dan Anti Radikalisme di Pesantren.” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 23, no. 1 (2015): 27–50.
Muallim, Amir. “Isu Terorisme dan Stigmatisasi Terhadap Pondok Pesantren (Meluruskan Kesalahpahaman terhadap Pondok Pesantren.” Millah: Jurnal Studi Agama 6, no. 1 (2016): 47–60.
Prayitno, Prima. “Pemberdayaan Sumber Daya Santri Melalui Entrepreneurship Di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung-” 4, no. 2 (2016): 22.
Zamarkhsyari Dhofir, Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, (Jakarta: LP3ES; 1994), lihat juga Kamaruzzama LP3ES; Kamaruzzama, Islam Historis: Dinamika Studi Islam di Indonesia, (Yogyakarta: Galang Press, 2002).
Published
2018-07-31
How to Cite
ISMAIL, Habib; SETIAWAN, Agus. Pemberdayaan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) dalam Upaya Deradikalisme Paham dan Gerakan Islam Radikal di Kota Metro. FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 173-192, july 2018. ISSN 2548-7620. Available at: <http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/282>. Date accessed: 10 dec. 2018. doi: https://doi.org/10.25217/jf.v3i1.282.