KEDUDUKAN DAN HAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS DALAM HUKUM KEWARISAN INDONESIA

  • Muhammad burhan UIN Raden Fatah

Abstract

Abstrak


Pada tiga sistem hukum kewarisan tersebut, kedudukan perempuan maupun hak-haknya sebagai ahli waris terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Ahli waris perempuan pada Hukum Perdata Barat, tidak dibedakan dengan ahli waris laki-laki, baik dari segi kedudukannya maupun besaran porsi bagiannya. Hal ini terjadi karena pada hukum Kewarisan Perdata Barat hanya dikenal penggolongan ahli waris berdasarkan hubungan darah. Satu sisi kelemahan hukum Kewarisan Perdata Barat adalah ditempatkannya ibu kandung sebagai ahli waris golongan kedua sehingga bila pewaris meninggalkan suami, isteri dan / atau anak, ibu kandung tidak mendapatkan harta warisan sama sekali. Hal ini berlawanan dengan kultur masyarakat yang berpandangan bahwa ibu kandung adalah orang yang paling dekat.Pada hukum kewarisan Islam, tidak dibedakan kedudukan perempuan dan laki-laki sebagai ahli waris. Tulisan ini lebih mendalam mengkaji tentang kedudukan dan hak perempuan sebagai ahli waris dalam perspektif hukum kewarisan di Indonesia.


 


Kata kunci: hukum waris, hak perempuan, hukum islam.

Published
2017-12-27
How to Cite
BURHAN, Muhammad. KEDUDUKAN DAN HAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS DALAM HUKUM KEWARISAN INDONESIA. JURNAL MAHKAMAH : Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 283-326, dec. 2017. ISSN 2548-5679. Available at: <http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jm/article/view/141>. Date accessed: 18 jan. 2018. doi: https://doi.org/10.25217/jm.v2i2.141.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.