Iddah dan Ihdad Wanita Modern

Iddah dan Ihdad Wanita Modern

  • Ahmad Muslimin Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIM NU) Metro Lampung

Abstract

Pernikahan bertujuan mulia, namun pernikahan ada perceraian. wanita bercerai ditetapkan berdasarkan masa haid atau suci, bilangan bulan atau dengan melahirkan, beribadah ‘ta’abbud’ maupun bela sungkawa atas suaminya. Selama masa tersebut wanita (isteri) dilarang menikah dengan laki-laki lain. Demikan juga dengan masa berkabung seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya tidak boleh bersolek atau berhias dengan memakai perhiasan juga tidak boleh keluar dari rumah tanpa adanya keperluan, untuk menghormati dan turut belasungkawa.


Pertimbangan etik-moral, iddah memiliki fungsi pelindungan, dalam perkembangan modern,  banyak  kaum wanita aktif di berbagai bidang, baik politik, sosial, budaya maupun bidang lainnya. Sebenarnya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran, untuk mengetahui hamil atau tidaknya tidak harus menunggu minimal satu kali haid atau suci.

Published
2017-12-27
How to Cite
MUSLIMIN, Ahmad. Iddah dan Ihdad Wanita Modern. JURNAL MAHKAMAH : Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 217-234, dec. 2017. ISSN 2548-5679. Available at: <http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jm/article/view/163>. Date accessed: 18 jan. 2018. doi: https://doi.org/10.25217/jm.v2i2.163.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.