Kearifan Lokal dalam Perspektif Fikih Lingkungan sebagai Kontribusi Konsep Kebun Raya Sumatera Selatan

  • Muhammad Adil Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Abdul Hadi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Abstract

Berdasarkan analisis kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam bidang pelestarian lingkungan dengan membuat Kebun Raya Sriwijaya, Kebun raya membuat konsep berdasarkan kearifan lokal. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan tanaman asli khas Sumatera Selatan dan memperkenalkan keunggulannya sebagai sarana penelitian dan pengembangan teknologi pendidikan sains konservasi tanaman, Konsep ini berfungsi sebagai kumpulan tanaman obat dan tanaman lahan basah. Penelitian ini merupakan tawaran konsep pengembangan melalui sinergi beberapa bagian seperti ekologi, hukum Islam lingkungan (Fiqh Al-Bi'ah), dan kearifan lokal. Setelah disinergikan dengan studi hukum Islam lingkungan (Fiqh Al-Bi'ah) telah menghasilkan temuan bahwa Kebun Raya di Sumatera Selatan berarti juga memiliki peran yang sangat signifikan dalam menghubungkan hubungan manusia dengan Tuhan, dan orang-orang dengan lingkungan sementara itu, kedudukan kearifan lokal dapat diekstraksi melalui tradisi Hukum Simbur Cahaya (Hukum Adat Sumatera Selatan).

References

Abdillah, Mujiono. Fikih Lingkungan. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan YKPN, 2005.

Al-Jabiri, Muhammad Abid. Bunyah al-‘Aql al-‘Arabi: Dirasah Tahliliyyah li Nudzum al-Ma’rifah fi Tsaqafah al-‘Arabiyyah. Beirut: Markaz Dirasat al Wahdah al 'Arabiyah, 2009.

Arief, Arma'i. Pengantar Ilmu dan Metodologi Studi Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2002.

Arif Budiman, dkk. Environmental Leadership. Jakarta: ICDS, 2005.

Biklen, C.R. Bogdan and S.K. Quantitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods, Terj. Munandir. Jakarta: Direktorat Jenderal Dikti Depdiknas RI, 1990.

Ed, Charles J Adam. A Reader's Guide to The Great Religious. New York: The Free Press, 1965.

Hadi, Abdul and Shofyan Hasan,. “Pengaruh Hukum Islam dalam Pengembangan Hukum di Indonesia.” Jurnal Nurani (Fakultas Syariah UIN Raden Fatah) 15 (June 2015): 89-100.

Hartanto, Dwiyana Achmad. “Kedudukan Tanah Bengkok Sebagai Hak Asal Usul Pasca Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.” Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam 1, no. 2 (2017): 461–487.

Kartono, Kartini. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju, 1996.

Keraf, Sonny. Etika Lingkungan. Jakarta: Kompas, 2002.

Khallâf, Abd al-Wahhâb. Ushûl al-fiqh. Kuwait: Dâr al-Qalam, 1978.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998.

Muhajir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996.

“Oendang-Oendang Simboer Tjahaja.” Palembang: Moeroe, 1939.

Soemarwoto, Ottoe. Analisis Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2003.

Yusdani, Amir Mu'allim dan. Ijtihad dan Legislasi Muslim Kontemporer. Yogyakarta: UII Press, 2004.
Published
2018-06-29
How to Cite
ADIL, Muhammad; HADI, Abdul. Kearifan Lokal dalam Perspektif Fikih Lingkungan sebagai Kontribusi Konsep Kebun Raya Sumatera Selatan. JURNAL MAHKAMAH : Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 141-160, june 2018. ISSN 2548-5679. Available at: <http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jm/article/view/253>. Date accessed: 23 oct. 2018. doi: https://doi.org/10.25217/jm.v3i1.253.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.