KONSEP POLIGAMI DALAM ALQURAN: STUDI TAFSIR AL-MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB

  • Siti Asiyah IAIM NU Metro Lampung
  • Muhammad Irsad
  • Eka Prasetiawati
  • Ikhwanudin Ikhwanudin
Keywords: Polygamy, Exegesis of the Quran, Al-Misbah

Abstract

      This paper aims to understand the interpretation of the polygamy verse from the perspective of contemporary Indonesian interpreters represented by M.Quraish Shihab as a problem solving for the rampant practice of polygamy in society. The discourse of polygamy in Islamic thought is an interesting controversy discussed. As offered by M. Quraish Shihab in his interpretation that polygamy in Islamic teachings is permissible not as a recommendation or as a mandatory thing, even then on fair terms. The existence of differences in each argument has the same basis of the Qur'anic text, namely Surat an-Nisa 'verse 3. The practice of polygamy sometimes has an impact on family relations that are not harmonious and unfair, on this basis polygamy needs to be reviewed with other approaches. To limit the study in this paper, this research uses a qualitative approach by applying a thematic interpretation method to obtain a comprehensive understanding of polygamy in the Qur'an. Polygamy in al-Misbah's interpretation is said to be fair, just here is not only immaterial (love and affection) but justice in measured material is not only obeying lust.

Abstrak

      Tulisan ini bertujuan memahami tafsir ayat poligami perspektif mufassir Indonesia kontemporer yang diwakili oleh M.Quraish Shihab sebagai problem solving atas maraknya praktek poligami di masyarakat. Wacana poligami dalam pemikiran Islam menjadi kontroversi yang menarik dibahas. Sebagaimana ditawarkan M. Quraish Shihab dalam tafsirnya bahwasanya poligami dalam ajaran Islam diperbolehkan bukan bersifat anjuran atau hal yang wajib, itupun dengan syarat adil. Adanya perbedaan  setiap argumen mempunyai dasar yang sama dari teks al-Qur’an yaitu surat an-Nisa’ ayat 3. Praktik poligami terkadang berdampak pada hubungan keluarga yang tidak harmonis dan kurang adil, atas dasar ini poligami perlu dikaji ulang dengan pendekatan-pendekatan lain. Untuk membatasi kajian dalam tulisan ini maka, Penelitan ini menggunaan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode tafsir tematik (maud}u>’i) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang poligami dalam al-Qur’an. Poligami dalam tafsir al-Misbah dikatakan boleh dengan syarat adil, adil di sini bukan hanya bersifat immaterial (cinta dan kasih sayang) melainkan keadilan pada materi yang terukur bukan hanya menuruti hawa nafsu.

References

Agnia, Dina. “KAJIAN KRITIS BUDAYA PATRIARKHISME DALAM AGAMA DAN KEADILAN PEREMPUAN (STUDI KETENTUAN POLIGAMI DALAM UU. NO. 1 TAHUN 1974).” FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1, No. 1, (Juni 2016). http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jf/article/view/283.

Cak Syam. “POLIGAMI DAN KAWIN SIRRI MENURUT ISLAM.” Https://nambas.wordpress.com/2010/03/03/quraish-shihab-poligami-dan-kawin-sirri-menurut-islam/, 3 Maret 2010.

Cholid Narbuko Dan Abu Ahmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Perkasa, 2009.

Didi Junaedi. “Mengenal Lebih Dekat Metode Maudhu’i” 04 Nomor 01 (Juni 2016).

Hamka, Buya. Tafsir Al-Azhar diperkaya dengan pendekatan sejarah, sosiologi, tasawuf, ilmu kalam, sastra dan Psikologi. Vol. 2. Jakarta: Gema Insani, 2015.

Hikmatulloh. “Konsep Poligami Dalam Islam (Studi Atas Penafsiran Sayyid Qutb), (Dalam Skripsi).” Sarjana Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2002.

H.S.A Al Hamdani. Risalah Nikah (Hukum Perkawinan Islam). Jakarta: Pustaka Amani, 2002.

Imam Machali. “Poligami dalam perdebata teks dan konteks (melacak jejak argumentasi poligami dalam teks suci)” Volume 08, Nomer 01 (Juli 2015).

imam machaly. “Poligami dalam Perdebatan teks dan konteks: melacak jejak argumentasi poligami dalam teks suci” 08, Nomor 01 (2016).

M. Quraish Shihab. Tafsir al-misbah, pesan, kesan dan keserasian al qur’an. Vol. 2. Tanggerang: Lentera Hati, 2006.

———. Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. 02 vol. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

———. Wawasan Al-Qur’an, Tafsir Tematik Atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, t.t.

Makrum, Makrum. “POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN.” MAGHZA 1, no. 2 (2016): 41–56.

Mustafa, Maraghi. Tafsir Al-Maraghi. Terjemah. Vol. 4. Semarang: Toha Putra, 1993.

Musthofa, Bisri. Al-Ibriz Terjemah Alquran Bahasa Jawa Latin. November 2015. Kudus: Menara Kudus, 2015.

Prasetawati, Eka, dan Habib Shulton Asnawi. “Wawasan Islam Nusantara; Pribumisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Indonesia.” FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya 3, no. 1 (31 Juli 2018): 219. https://doi.org/10.25217/jf.v3i1.283.

Prasetiawati, Eka. “KONSEP PENDIDIKAN ANAK MENURUT AL-QUR’AN PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB.” TADBIR : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5 No 1 (Februari 2017): 116.

———. “Penafsiran Ayat-Ayat Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah Dalam Tafsir Al-Misbah Dan Ibnu Katsir.” Nizham Journal of Islamic Studies 5, no. 2 (26 Desember 2017): 138–66.

Rochayah Machali. Wacana Poligami Di Indonesia. Bandung: Mizan, 2005.

Rosihan Anwar. Ilmu Tafsir. Bandung: CV Pustaka Setia, 2008.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.

Sukandarrumidi. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2004.

Sunaryo, Agus. “Poligami Di Indonesia (Sebuah Analisis Normatif-Sosiologis).” Yin Yang 5, no. 1 (2010): 143–167.

Published
2019-06-27