SOSIO-RELIGIUS PESANTREN: AKTUALISASI NILAI-NILAI AGAMA DALAM RUANG SOSIAL KEMASYARAKATAN DI LOMBOK TIMUR

  • Muhammad War'i Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darussalimin NW Praya
Keywords: Pesantren, Society, Socio-Religious, Social Space, Santri

Abstract

             This paper discusses the socio-religious attitude of the pesantren which is manifested by the Islamic Boarding School Ma'had Darul Quran wal Hadith Al-Majidiyah As-Syafi'iyah Nahdlatul Wathan in a social context. Through the phenomenology approach, this research will elaborate on this. Islamic boarding schools are often represented by santri learning places with strict pesantren regulations. The santri stayed in certain locations (dormitories) with 24-hour caregiver supervision. This fact often leaves “empty spaces” in the form of "gaps" that occur between pesantren and society in general. Therefore a pesantren management model is needed which emphasizes the process of social interaction in its existence. The conclusion of this paper is the socio-religious attitude of the pesantren which is manifested in the form of intense social interaction between santri and society. This is because santri lodgings are scattered throughout the community houses in Pancor Village which is the location of the Islamic boarding schools. These socio-religious attitudes can be seen from the concern of santri to the community in helping people around to study the religious sciences and help them in matters of daily living.

Abstrak

           Tulisan ini membicarakan sikap sosio-religius pesantren yang termanifestasikan dalam orientasi Pesantren Ma’had Darul Quran wal Hadits Al-Majidiyah As-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan dalam  konteks sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan fenomenologi, penelitian ini  mengelaborasi hal tersebut. Pesantren sering kali direpresentasikan dengan tempat belajar santri yang cenderung ketat secara pemondokan. Diinapkan di lokasi tertentu (asrama) dengan pengawasan pengasuh selama 24 jam. Kenyataan tersebut sering kali meninggalkan ruang kosong berupa “gap” yang terjadi antara pesantren dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu dibutuhkan model pengelolaan pesantren yang memuat bahkan menekankan proses interaksi sosial dalam eksistensinya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sikap sosio-religius pesantren yang termanifestasi dari bentuk interaksi sosial yang intens antara santri dan masyarakat. Hal ini disebabkan karena pemondokan santri disebar di seluruh rumah masyarakat di Kelurahan Pancor yang merupakan lokasi pondok pesantren. Sikap sosio-religius tersebut tampak dari kepedulian santri kepada masyarakat dalam membantu masyarakat sekitar mempelajari ilmu-ilmu agama serta membantu mereka dalam urusan hidup sehari-hari.  

References

Akbar Zubaidi, Ali. Pesantren Kemasyarakatan, September 10, 2018.

Al Makin, Al Makin. Nabi-Nabi Nusantara: Kisah Lia Eden Dan Lainnya. Yogyakarta: UIN Suka Press, 2017.

Astuti, Novi. Wawancara dengan salah seorang santriwati di MDQH, September 6, 2018.

Ferguson, H. “Phenomenology and Social Theory.” In Handbook of Social Theory, edited by G. Ritzter and B. Smart, 232–48. London: Sage, 2001. http://eprints.gla.ac.uk/33836/.

Habib, Muslihan. Visi Kebangsaan Religius Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Jakarta: Bania Publishing, 2014.

Hasil diskusi pada Focus Group Discussion (FGD), September 2, 2018.

Herman, Herman. “SEJARAH PESANTREN DI INDONESIA.” Al-TA’DIB 6, no. 2 (July 1, 2013): 145–58. https://doi.org/10.31332/atdb.v6i2.311.

“Integration of Islam and Science: Study of Two Science Pesantrens (Trensain) in Jombang and Sragen | Jurnal Pendidikan Islam.” Accessed June 8, 2019. http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/JPI/article/view/1236.

Karrin Wolf, Christian. Social Space Analyses and The Socio-Spatial Paradigm in Social Work. Lunds: Socialhogskolan Lunds University, 2009.

Kuswarno, Engkus. Fenomenologi: Metode Penelitian Komunikasi: Konsepsi, Pedoman, Dan Contoh Penelitiannya. Seri Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran, 2009.

Lukens-Bull, Ronald. “MADRASA BY ANY OTHER NAME: Pondok, Pesantren, and Islamic Schools in Indonesia and Larger Southeast Asian Region.” JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM 4, no. 1 (June 1, 2010): 1-21–21. https://doi.org/10.15642/JIIS.2010.4.1.1-21.

Mahmudah, Siti. Psikologi Sosial Sebuah Pengantar. Malang: UIN Press, 2010.

Musmuliadi, Musmuliadi. Pesantren Kemasyarakatan, September 7, 2018.

“Pesantren Rakyat - Merakyat, Bermartabat.” Accessed June 8, 2019. http://pesantrenrakyat.com/.

“Pola-Pola Manajemen Pondok Pesantren | Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Keagamaan.” Accessed June 8, 2019. http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/qodiri/article/view/571.

Purbaya, Mirjan. Wawancara dengan salah seorang santri di MDQH, September 6, 2018.

Samidi, Raden, and Suharno Suharno. “IMPLEMENTASI NILAI KEADILAN SOSIAL MELALUI PENDIDIKAN PERSPEKTIF TGKH ZAINUDDIN ABDUL MAJID.” Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya, December 31, 2018, 374–84. https://doi.org/10.25217/jf.v3i2.314.

Suryawan, Suryawan. “Pola Pendidikan Akidah Di Pesantren Dalam Membentuk Karakter Santri (Studi Kasus Tentang Pendidikan Akidah Di Pondok Pesantren Nurussalam Cintaharja Kujang Cikoneng Ciamis Jawa Barat).” UPI Bandung, 2013.

Thoifah, I’anatut. “Model Pesantren Rakyat Al-Amin Di Sumber Pucung Kabupaten Malang.” UIN Maulana Malik Ibrahim, 2014.

Tolib, Abdul. “PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN MODERN.” Risâlah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 2, no. 1 (2015): 60–66.

Wahid, Abdurrahman. Melawan Melalui Lelucon: Kumpulan Kolom Abdurrahman Wahid Di Tempo. Cet. 1. Jakarta: Tempo, 2000.

War’i, Muhammad. Tirakat Sosial: Tasawuf Berparadigma Islam Nusantara. Yogyakarta: UAD Press, 2018.

Yusuf Makmun, TGH. Pengelolaan Pondok Pesantren, September 5, 2018.

Zuhry, Ach Dhofir. Peradaban Sarung: Veni, Vidi, Santri. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2018.

Published
2019-06-12