AKULTURASI ISLAM DENGAN BUDAYA JAWA: STUDI FOLKLORIS TRADISI TELONAN DAN TINGKEBAN DI KEDIRI JAWA TIMUR

  • Septiana Purwaningrum IAIN Kediri Jawa Timur
  • Habib Ismail
Keywords: Acculturation, Islam, Javanese Culture, Folklore, Telonan, Tingkeban

Abstract

         This article aims to describe the symbolic meaning of the acculturation Telonan and Tingkeban which is believed and preserved by the people of Kunti-Mranggen Village, Kediri, Indonesia. This study uses a type of qualitative research with a folklore approach. This research was conducted for one year using the method of collecting data through interviews, observation, and documentation. In addition to being a research instrument, researchers also participated in the telonan and tingkeban culture with the aim of finding the comprehensive meaning of the object under study. Data analysis in this study uses the deductive method with source triangulation as the checker of the data validity. The results of this study are: 1) Telonan is an activity of praying for pregnant women and their babies during the age of the womb-reaching 3 months into 4 months. While Tingkeban is carried out when the womb reaches 7 months. This activity is carried out with the aim that mothers and babies are always given safety and health by God, as well as fluency in the process of giving birth to the fetus later; 2) In carrying out the telonan and tingkeban several Javanese foods such as jenang abang, jenang putih, buceng ketan, keleman, cucumber, sego golong, sego semaron, sego rogoh, gedhang setangkep, dawet, and rujak are each of these ingredients has symbolic meaning; 3) The values ​​that emerge from the telonan and tingkeban traditions include the value of helping, harmony, friendship, hablumminallah and hablumminannas.            

Abstrak

           Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dari akulturasi “Telonan dan Tingkeban” yang diyakini dan dilestarikan oleh masyarakat Dusun Kunti, Mranggen Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan folklor. Selain menjadi instrumen penelitian, peneliti juga berpartisipasi dalam budaya telonan dan tingkeban tersebut dengan tujuan menemukan makna yang komprehensif dari obyek yang diteliti. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deduktif dengan triangulasi sumber sebagai pengecek keabsahan datanya. Hasil penelitian ini adalah: 1) Telonan adalah kegiatan mendoakan ibu yang sedang hamil beserta bayi yang dikandungnya saat usia kandungan mencapai 3 bulan memasuki 4 bulan. Sedangkan Tingkeban dilaksanakan pada saat usia kandungan mencapai 7 bulan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar ibu dan bayi senantiasa diberi keselamatan dan kesehatan oleh Allah, serta kelancaran dalam proses melahirkan janinnya nanti; 2) Dalam pelaksanaan telonan & tingkeban ini dihidangkan beberapa jenis makanan khas Jawa seperti jenang merah, jenang putih, buceng ketan, keleman, timun, sego golong, sego semaron, sego rogoh, gedhang setangkep, dawet, dan rujak yang masing-masing bahan tersebut memiliki makna simbolik; 3) Nilai-nilai yang muncul dari tradisi telonan dan tingkeban di antaranya nilai tolong-menolong, kerukunan, silaturrahim, hablumminallah dan hablumminannas.

References

Dundes, Alan. The Study of Folklore. New Jersey: Prentice Hall, 1965.

Endraswara, Suwardi. Buku Pinter Budaya Jawa: Mutiara Adiluhung Orang Jawa. Cet. 1. Yogyakarta: Gelombang Pasang, 2005.

Endraswara, Suwardi. Folklor Nusantara: Hakikat , Bentuk, Dan Fungsi. Yogyakarta: Ombak, 2013.

Endraswara, Suwardi. Metodologi penelitian kebudayaan, 2017.

Fathoni, Abdurrahmat. Antropologi Sosial Budaya Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Habib Shulton, S. H. I. Runtuhnya Keadilan Perempuan (Kritik UU.No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Perspektif Hak Asasi Manusia). Lintang Rasi Aksara, 2018. //library.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php?p=show_detail&id=33681&keywords=runtuhnya+keadilan.

Herawati, Nanik. Mutiara Adat Jawa 2. Klaten: PT Intan Pariwara, 2010.

Isnawan, Fuadi. “Program Deradikalisasi Radikalisme Dan Terorisme Melalui Nilai-Nilai Luhur Pancasila.” FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 3, no. 1 (July 31, 2018): 1–28. https://doi.org/10.25217/jf.v3i1.275.

Khumaidah. Hasil wawancara dengan salah satu jamaah acara telonan & tingkeban, July 9, 2018.

Koentjaraningrat, Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru, 1990.

Maesaroh. Hasil wawancara dengan pemimpin acara telonan & tingkeban, July 5, 2018.

Mahfud, Rois. Al-Islam: pendidikan agama Islam. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2011.

“NELONI, MITONI ATAU TINGKEBAN: (Perpaduan Antara Tradisi Jawa Dan Ritualitas Masyarakat Muslim) | Adriana | KARSA: Journal of Social and Islamic Culture.” Accessed June 11, 2019. http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/karsa/article/view/69.

“NILAI ETIK YANG TERKANDUNG DALAM UPACARA TINGKEBAN | Purwastuti | Jurnal Cakrawala Pendidikan.” Accessed June 11, 2019. https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/8727/pdf.

“PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DALAM LINTASAN SEJARAH (Perspektif Kerajaan Islam) | Nursyarief | Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan.” Accessed June 11, 2019. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lentera_pendidikan/article/view/533.

Prasetawati, Eka, and Habib Shulton Asnawi. “Wawasan Islam Nusantara; Pribumisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Di Indonesia.” FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 3, no. 1 (July 31, 2018): 219–58. https://doi.org/10.25217/jf.v3i1.283.

Pringgawidagda, Suwarna. Upacara Tingkeban. Ed. 1., cet. 1. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2003.

“REKONSTRUKSIHUKUM ISLAM DANIMPLIKASI SOSIAL BUDAYA PASCA REFORMASI DI INDONESIA | Shulhan | KARSA: Journal of Social and Islamic Culture.” Accessed June 11, 2019. http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/karsa/article/view/41.

Simuh, Simuh. Islam Dan Pergumpulan Budaya Jawa. Yogyakarta: Teraju, 2003.

Sjamsuddhuha, Sjamsuddhuha. Corak Dan Gerak Hinduismme Dan Islam Di Jawa Timur. Surabaya: Suman Indah, 1990.

Sunanto, Musyrifah. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Jakarta: Divisi Buku Perguruan Tinggi, RajaGrafindo Persada, 2005.

Sutini. Hasil wawancara dengan sesepuh Dusun Kunti, July 4, 2018.

Umami, Ida. “Peran Tokoh Agama Dalam Pembinaan Harmonisasi Kehidupan Dan Akhlak Masyarakat Di Kota Metro Lampung.” FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 3, no. 1 (July 31, 2018): 259–76. https://doi.org/10.25217/jf.v3i1.220.

Wahyuni, Sri. Hasil wawancara dengan Kaur, June 4, 2018.

“WALISONGO: MENGISLAMKAN TANAH JAWA (SUATU KAJIAN PUSTAKA) | Anita | Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial.” Accessed June 11, 2019. http://journal.walisongo.ac.id/index.php/wahana/article/view/815.

Yana, Yana. Falsafah Dan Pandangan Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Bintang Cemerlang, 2012.

Published
2019-06-14