Bagian Waris Orang Hemaprodite Menurut Imam Abu Hanifah Dan Imam Ali As-Shobuni

  • Ahmad Khotim STAI At-Tahdzib Rejoagung Ngoro Jombang
  • Mukhammad Hafidz Abizar Progam Pasca Sarjana Universitas Hasyim Asy’ari
Keywords: Waris, Hemaprodite, Imam Abu Hanifah, Imam Ali As-Shobuni

Abstract

Penelitian ini menggambarkan mengenai permasalahan pembagian waris bagi orang yang bekelamin ganda (khunta) berdasarkan pendapat Imam Ali As-Shobuni dan  Imam Abu Hanifah, Salah satu daripermasalahan bagi orang yang bekelamin ganda (khuntsa) adalah dalam hal menentukan hak waris ataukewarisannya. Dalam al-Qur’an telah jelas dikemukakan secara detail             mengenai hukum kewarisan untuk laki-laki    dan perempuan. Tapi belum ditemukan dalam al-Qur’an mengenai hukum waris bagi orang yang bekelamin ganda (khunta) ini. Maka dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana pendapat Imam Abu Hanifahdan  Imam Ali As-Shobuni  dalam menetapkan pembagian warisnya.

Sifat penelitian adalah deskriptif dan jenis penelitian yang digunakanadalah normatif. Bahan hukum dan data diperoleh dari norma-norma hukum Islam tentang kewarisan dan khuntsa yang diperoleh dari nash al-Qur’an dan Hadits, serta pendapat para fuqaha’ dan para ahli yang diperoleh dari berbagai literatur tentang kewarisan.. Datadicari  melalui studi kepustakaan (library research), sumber data primer            dan sumber data sekunder.

Hasil dari penelitian  ini adalah, pada dasarnya dalam menentukan status hukum bagi bagi orang yang bekelamin ganda (khuntsa), dapat dilihat dari tanda-tanda kedewasaannya dan darimana ia mengeluarkan air kencing seperti yang disebutkan dalam           sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Published
2019-07-01