Penerapan Metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Barokah Dan Metode Iqra’ Di TPQ Al-Ikhlas Hadimulyo Timur Metro Pusat Lampung Dalam Kemampuan Membaca Al-Qur’an

  • Muhammad Syaifullah Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIM NU)
Keywords: metode an-Nahdliyah, kemampuan membaca al qur'an, metode iqra'

Abstract

Penelitian ini Dilatar belakangi oleh banyaknya model atau metode pembelajaran di TPQ untuk mempermudah dan mendukung peserta didik dalam belajar membaca       al-Qur’an, sehingga timbullah perbandingan dari tiap metode tersebut dikarenakan dari masing-masing metode itu memiliki kelebihan dan kekurangannya dalam proses pembelajaran membaca al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam TPQ salah satunya ialah metode an-Nahdliyah dan Iqra’. Metode tersebut dianggap praktis dan ringan untuk pembelajaran pemula. Berdasarkan hal di atas, penulis lebih tertarik untuk mengetahui lebih jauh khususnya perbandingan antara metode an-Nahdliyah dan Iqra’ dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah meningkatkan kemampuan santri dalam membaca al-Qur’an. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana metode  an-Nahdliyah dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an, (2) Untuk mengetahui bagaimana metode Iqro’ dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an, dan (3) Untuk mengetahui perbedaan metode an-Nahdliyah dan metode Iqro’ dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an di TPQ al-Barokah dan TPQ al-Ikhlas Kota Metro Lampung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparasional. Populasi dalam penelitian ini adalah santri TPQ al-Barokah dan TPQ al-Ikhlas dengan sampel 60 responden, 30 santri dari TPQ al-Barokah dan 30 santri dari TPQ        al-Ikhlas. Data dalam penelitian ini berupa data yang dikumpulkan berupa angka-angka dari hasil jawaban tes yang diberikan kepada responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes tertulis dan tes lisan, dokumentasi, dan pedoman wawancara. Langkah-langkah yang ditempuh peneliti adalah: Analisis Pendahuluan yaitu pada tahap ini dilakukannya penghitungan awal data-data yang telah dipisahkan dengan menggunakan perhitungan prosentase dan analisis pada tiap-tiap item. Analisis Uji Hipotesis yaitu untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara metode an-Nahdliyah dan Iqra’ dalam meningkatakan kemampuan membaca al-Qur’an. Analisis Lanjut yaitu setelah diperoleh koefisien antara kuadrat standar kesalahan mean dari SD M1² dan SD M2² maka selanjutnya menghubungkan hasil t-tabel, dalam signifikasi 1%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Hasil tes kemampuan membaca     al-Qur’an yang menggunakan metode an-Nahdliyah, berdasarkan skor menunjukkan adanya kemampuan membaca al-Qur’an dengan persentase tinggi 50%, sedang 40% dan rendah 10%. (2) Hasil tes kemampuan membaca al-Qur’an yang menggunakan metode Iqra’, berdasarkan skor menunjukkan adanya kemampuan membaca al-Qur’an dengan persentase tinggi 27%, sedang 53% dan rendah 20%. Setelah di analisis yang menggunakan hasil t-test diperoleh sebesar 3.90 setelah dikonsultasikan dengan ttabel dengan db sebesar 58 pada taraf sifnifikansi 1% (2.68) maka to > ttabel (3.90 > 2.68), sedangkan apabila dikonsultasikan pada taraf signifikansi 5% (2.01) maka to > ttabel ( 3.90 > 2.01) dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan “ada perbedaan kemampuan membaca al-Qur’an antara yang menggunakan metode an-Nahdliyah dan metode Iqra’ terbukti.â€

 

Kata kunci: komparasi, metode an-Nahdliyah, metode Iqra’, kemampuan membaca  al-Qur’an

Published
2017-07-29